Program Unggulan - SMA Islam Sabilillah Malang

SMA Islam Sabilillah Malang

 

PROGRAM UNGGULAN - SMA

SMA Islam Sabilillah Malang menyelenggarakan pendidikan karakter keislaman dan kebangsaan, mengembangkan  kecendekiaan siswa bertaraf internasional dengan  pola pembelajaran pembinaan keterampilan-keterampilan berbasis life-skill yang mendukung peningkatan kecakapan hidup, jiwa kepemimpinan dan Enterpreneurship, dalam program pembelajaran project based learning.

 

  1. Visi Misi
  2. Lulusan
  3. Kurikulum
  4. Program
  5. Prestasi
  6. Pegawai
  7. MOS
 

VISI
Terwujudnya SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School – Berbasis Pesantren sebagai sekolah menengah atas Islam unggulan dan menjadi rujukan dalam pembentukan karakter keislaman, kebangsaan, serta kecendekiaan peserta didik bertaraf internasional

MISI
1. Mengembangkan SMA Islam Sabilillah Malang sebagai sekolah menengah atas Islam unggulan dalam menyelenggarakan pendidikan karakter keislaman dan kebangsaan serta menjadi rujukan sekolah dasar di tingkat nasional maupun internasional.
2. Mengembangkan SMA Islam Sabilillah Malang sebagai sekolah unggulan boarding school dan menjadi rujukan sekolah menengah atas di tingkat nasional maupun internasional dalam membelajarkan anak didik menjadi manusia yang memiliki kemampuan akademik yang kuat, wawasan, pengetahuan, dan ketrampilan bertaraf internasional
3. Mengembangkan sekolah unggulan dalam membelajarkan peserta didik agar mampu diterima di perguruan tinggi bertaraf internasional, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

PROFIL LULUSAN
SMA Islam Sabilillah Malang menghasilkan lulusan yang berkualitas dan memiliki karakteristik:
1. Mampu memahami, meyakini, dan menjalankan ajaran Islam secara komprehensif, baik, dan benar sebagai wujud memiliki karakter keislaman.
2. Menjadi generasi Qur'ani dan mampu berdakwah.
3. Berkemampuan akademik yang komprehensif-holistic dan unggul, sehingga menjadi manusia yang memiliki wawasan, pengetahuan, dan keterampilan bertaraf internasional.
4. Mampu memahami, meyakini, dan memiliki motivasi dalam me-ngamalkan falsafah dan budaya bangsa sebagai wujud memiliki karakter kebangsaan.
5. Memiliki jiwa disiplin, ulet dan kuat
6. Memiliki kemampuan leadership dan entrepreneurship
7. Mampu berbahasa internasional dan menguasai teknologi informasi (TI).
8. Siap berkompetisi dalam berbagai olimpiade, lomba seni, dan olahraga di tingkat nasional maupun internasional.
9. Siap melanjutkan ke perguruan tinggi bertaraf internasional, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Kurikulum Dan Sistem Pembelajaran
a. Sistem fullday school, setiap hari siswa belajar satu hari penuh pukul 06.40 – 15.30 WIB, sedangkan untuk hari Sabtu 06.40 – 11.15 WIB (dalam proses pengembangan boarding school – berbasis pesantren).
b. Kurikulum yang dikembangkan adalah Kurikulum Nasional (Kurikulum 2013) dan Kurikulum Muatan Lembaga.
c. Kurikulum muatan lembaga meliputi Program Penanaman Aqidah Pagi (PAP) berupa kajian kitab, Pembelajaran Al Qur'an yang meliputi tafsir Al-Quran dan Tahfid Al-Quran (sebagai bekal untuk berdakwah)
d. Pembelajaran didukung dengan pembinaan keterampilan-keterampilan berbasis life-skill yang mendukung peningkatan kecakapan hidup di masa yang akan datang dengan mengadakan kegiatan leadership dan intrepreunership secara intensif.
e. Pembelajaran vokasional/life skill yaitu pemberian materi keterampilan pilihan yang terwadahi dalam sentra kebun, sentra kandang, sentra bengkel mesin, sentra pertukangan kayu, sentra bengkel motor dan sentra elektro.
f. Pembelajaran berlangsung melatih jiwa kepemimpinan dan Enterpreneurship. Peserta didik diajak untuk melakukan telaah kritis pengamatan terhadap praktik kehidupan sehari-hari (critical thinking), menganalisa secara mendalam (analytical thinking), dan menemukan alternatif pemecahan (creative thinking).
g. Kegiatan di sekolah membelajarkan peserta didik secara mandiri atau terstruktur dengan beraneka keterampilan dan kecakapan hidup (life skill) terutama teknologi informasi dan komunikasi sebagai bekal hidup di era global.
h. Pembelajaran Studi Daily Event by Qur'an and Sunnah Principle yaitu pembelajaran yang mengaitkan dan mengkaji kegiatan sehari-hari sesuai dengan prinsip yang terkandung dalam Al Qur'an dan Hadits
I. Pola pembelajaran menerapkan project based learning yang disusun secara integratif; Peserta didik membuat produk pembelajaran berbasis proyek dengan menampilkan tahapan-tahapannya melalui pameran dan assembly.

Program Unggulan
Tujuh Keunggulan Sekolah Menengah Atas (SMA) Islam Sabilillah Malang adalah.
1. Sistem Full-day School Berbasis Pendidikan Karakter
Mengawali sistem boarding-school berbasis pesantren, pembelajaran di SMA Islam Sabiillah Menerapkan sistem full-day school berbasis pendidikan semi pesantren. Pembelajaran berlangsung mengintegrasikan pendidikan karakter “We Love..” yang mewujudkan Siswa sabilillah penuh cinta yaitu: cinta Allah dan Rasul, cinta orang tua & guru, cinta sesama, cinta keunggulan, cinta diri sendiri, cinta IPTEK, cinta alam sekitar, dan cinta bangsa dan negara.
2. Mengadopsi Pembelajaran Negara Maju
Pembelajaran diselenggarakan sesuai kurikulum 2013 memakai pendekatan scientific dan menyenangkan serta mengadopsi dan mengadaptasikan kurikulum dan pendekatan pembelajaran yang ada di negara OECD. Pembiasaan hidup disiplin dibina dengan menerapkan pendidikan semi kemiliteran, dalam rangka menumbuhkan karakter disiplin, tegas, dan kuat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
3. Everyday with Al Qur'an
Pembelajaran Al-Quran dilaksanakan setiap hari sebagai bagian dari pembiasaan membaca AL Qur'an. Terdapat pula program tafsir Al-Quran sebagai salah satu bekal bagi siswa dalam mengikuti program berdakwah. Tahfid Al-Quran difasilitasi bagi seluruh siswa sesuai dengan tingkat kemampuannya.
4. Pendidikan Agama Islam
Pendidikan Agama Islam di SMA Islam Sabilillah Malang lebih ditekankan pada praktik pembiasaan dan kegiatan peribadahan sehari-hari di sekolah maupun di rumah. Pembiasaan selalu dalam kondisi suci dari hadats kecil dan besar diprioritaskan dengan adanya layanan penyediaan tempat wudhu di kelas maupun di lingkungan sekolah
5. Program We Can Speak
Program pembelajaran bahasa Inggris dan bahasa Arab berbasis pembiasaan dan diujung pencapaian target dilakukan unjuk performances dalam kegiatan assembly. We Can Speak dibelajarkan saat kegiatan PAP (bilingual untuk bahasa Inggris dan bahasa Arab) setiap minggu dan kegiatan pertunjukan hasil pembelajaran (assembly) setiap satu semester sekali.
6. Pembelajaran Ekstrakurikuler
Pembelajaran ekstrakurikuler yang diselenggarakan, terdiri dari pembelajaran ekstrakurikuler wajib dan pembelajaran esktrakurikuler pilihan. Pembelajaran ekstrakurikuler wajib meliputi pramuka dan Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Sedangkan pembelajaran ekstrakurikuler pilihan terdiri dari pembelajaran ekstrakurikuler olah raga dan sanggar. Ada beberapa jenis ekstrakurikuler pilihan yang dikembangkan yang meliputi: ekstrakurikuler seni seperti: Qiroah, Seni Lukis, Fotografi, Jurnalistik, dan lain-lain. Sedangkan ekstrakurikuler olahraga diantaranya: bola basket, Tenis meja, bulutangkis, pencinta alam, dan lain-lain. Untuk memupuk komitmen kebangsaan dan kecendekiaan, dilakukan kegiatan Student Study Excursion yang dilaksanakan setiap bulan.
7. Gerakan Sekolah Bersih
Gerakan Jumat bersih, diadakan setiap hari Jumat sebagai gerakan peduli kesucian diri, tempat ibadah, kelas, dan lingkungan sekolah. Pembiasaan mengajak hidup bersih juga digalakkan dengan cara selalu mengingatkan dan memberi contoh hidup bersih kepada warga sekolah.

Beberapa prestasi terpilih yang telah diraih SMA Islam Sabilillah Malang diantaranya:

SMA Islam Sabilillah Malang dibina oleh guru sarjana pendidikan yang kompeten di bidang pendidikan serta tenaga kependidikan yang professional sehingga dapat menunjang keberhasilan dalam mendidik anak satu hari penuh (fullday school)

MOS (Majlis Orang Tua Siswa)
A. Pengertian dan Jenis
Mengacu pada Sisdiknas tentang Komite Sekolah (Pasal 56, ayat 3 UU Nomor 20 Tahun 2003), maka MOS merpupakan lembaga mandiri dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan dengan memberikan pertimbangan, arahan dan dukungan tenaga, sarana dan prasarana, serta pengawasan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan

B. Maksud dan Tujuan Pembentukan
1. Maksud dibentuknya MOS adalah agar ada suatu forum yang mempunyai komitmen dan loyalitas serta peduli terhadap peningkatan kualitas pendidikan
2. Tujuan pembentukan MOS adalah sebagai berikut:
a. Mewadahi dan menyalurkan aspirasi dan prakarsa wali siswa dalam melahirkan kebijakan operasional dan program pendidikan di lembaga/satuan pendidikan
b. Meningkatkan tanggung-jawab dan peran serta wali siswa dalam penyelenggaraan pendidikan di lembaga/satuan pendidikan
c. Menciptakan suasana dan kondisi transparan, akuntabel, dan demokratis dalam penyelenggaraan dan pelayanan pendidikan yang bermutu di lembaga/satuan pendidikan

C. Fungsi dan Peran MOS
1. Fungsi MOS lembaga/sekolah adalah:
a. Mendorong tumbuhnya perhatian dan komitment wali siswa terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu
b. Melakukan kerjasama dengan masyarakat (perorangan/organisasi/dunia usaha dan dunia industri (DUDI) dan pemerintah berkenaan dengan penyelenggaraan pendidikan bermutu
c. Menampung dan menganalisis aspirasi, ide, tuntutan, dan berbagai kebutuhan pendidikan yang diajukan oleh masyarakat
d. Memberikan masukan, pertimbangan, dan rekomendasi kepada lembaga/satuan pendidikan, mengenai berbagai hal terutama masalah peningkatan kualitas pendidikan
e. Mendorong orang tua siswa dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pendidikan guna mendukung peningkatan mutu pendidikan dan pemerataan pendidikan
f. Menggalang dana masyarakat dalam rangka pembiayaan penyelenggaraan pendidikan di lembaga/satuan pendidikan
g. Melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap kebijakan, program, dan keluaran pendidikan di lembaga/satuan pendidikan
2. Peran MOS adalah adalah sebagai:
a. controlling agency yaitu mengawasi (mengontrol) perencanaan dan pelaksanaan pendidikan
b. advisory agency yaitu memberikan pertimbangan terhadap perencanaan dan pelaksanaan program pendidikan
c. supporting agency yaitu memberikan dukungan pengelolaan sumberdaya, sarana prasarana dan anggaran
d. mediator yaitu sebagai jembatan komunikasi sekolah dan orang tua dalam perencanaan dan pelaksanaan program pendidikan

D. Organisasi
1. Majelis Orang Tua Siswa (MOS)
a. MOS Sekolah
1) Keanggotaan MOS Sekolah
a) Unsur Orang tua/wali siswa
b) Unsur Guru
c) Unsur staf administrasi
2) Kepengurusan MOS Sekolah
a) Pengurus sekurang-kurangnya terdiri atas: Ketua, Sekretaris, Bendahara dan beberapa Bidang Pengembangan
b) Pengurus diambilkan dari sebagian dari Koordinator Paguyuban Kelas
c) Pengurus dipilih dari dan oleh anggota
d) Ketua bukan berasal dari Tim Manajemen Lembaga
2. Paguyuban Kelas
a. Keangotaan Paguyuban kelas
1) Orang tua/wali siswa di kelas paralelnya
2) Setiap kelas terdiri dari maksimal 3 orang anggota
b. Kepengurusan Paguyuban Kelas
1) Pengurus hanya terdiri dari satu orang sebagai coordinator
2) Pengurus dipilih dari dan oleh anggota
3. Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART)
a. Komite Sekolah wajib memiliki AD dan ART;
b. Anggaran Dasar sebagaimana dimaksud sekurang-kurangnya memuat:
1) Nama dan tempat kedudukan
2) Dasar, tujuan dan kegiatan
3) Keanggotaan dan kepengurusan
4) Hak dan kewajiban anggota dan pengurus
5) Keuangan;
6) Mekanisme kerja dan rapat-rapat
7) Perubahan AD dan ART serta pembubaran organisasi

Polling
Bagaimana desain website kami?
Bagaimana desain website kami?
You must select at least one item to vote!

Buku Tamu