Sejarah Singkat

TONGGAK SEJARAH BERDIRINYA PENDIDIKAN  ISLAM SABILILLAH MALANG

Yayasan Sabilillah Malang sebagai penaung SD Islam Sabilillah Malang, semula bernama Yayasan ”AL-MASYKUR” Akte Notaris Gusti KAMARUDZAMAN Nomor : 42; tanggal : 13 Maret 1980 dengan Ketua Umum Kyai Haji MASYKUR, Menteri Agamaa Republik Indonesia (1947 – 1950) dan ( 1953 – 1955). Perkembangan selanjutnya, dengan Akte Notaris Gusti KAMARUDZAMAN Nomor : 60, tanggal 18 Juni 1980 nama Yayasan ”AL-MASYKUR” berubah manjadi Yayasan ”SABILILLAH” dengan Ketua Yayasan tetap diemban Kyai Haji MASYKUR (Almaghfurllah); dan sepeninggal beliau kegiatan Yayasan Sabilillah dikendalikan oleh Wakil Ketua yakni Kyai Haji Abdul HAMID ISKANDAR.
Ketika KH M Tholchah Hasan mendapat amanah menjadi Ketua Umum Yayasan Sabilillah Malang tahun 1994 (sepeninggal Kyai Haji Abdul HAMID ISKANDAR), beliau mempunyai “pekerjaan rumah” yang secepatnya harus direalisasikan yakni terwujudnya sekolah yang telah dirintis pembangunan gedungnya oleh almarhum KH A. Hamid Iskandar, disamping “ TamanKanak-Kanak Sabilillah” yang telah berjalan. Dialog- dialog terbatas secara kontinyu pada awal-awal tahun 1996 dilakukan oleh Pak Tholhah (panggilan akrab Kyai Tholchah Hasan) yang saat itu beliau menjabat Rektor Universitas Islam Malang (UNISMA) dengan Pak Irfan (Drs. H. Moh. Irfan, SH., M.Pd., saat itu sebagai Sekretaris Program Pasca Sarjana UNISMA), Pak Ishom (Drs. H. Moh. Ishom Ihsan, M.Pd., saat itu membantu sebagai Pembantu Dekan III FKIP UNISMA), dan Pak Dja’far (Drs. H. Moh. Dja’far, SH (alm), saat itu beliau sebagai Sekretaris Yayasan Sabilillah.
Kristalisasi pemikiran Kyai Tholchah yang beliau kemukakan dalam dialog terbatas yakni mewujudkan lembaga pendidikan yang ”BERKARAKTER” di lingkungan Yayasan Sabilillah Malang semakin mengkristal setelah Pak Tholhah bertemu dengan Dr. H. Ibrahim Bafadal, M.Pd dan Dr. H. Ahmad Rofi’uddin, M.Pd (keduanya Dosen IKIP Malang dan Konsultan Pendidikan) tokoh-tokoh muda yang mempunyai idealisme dalam pengembangan pendidikan dan dijiwai oleh ghiroh perjuangan. Secara lebih luas dan konseptual, pikiran Kyai Tholchah ini di kemudian hari dituangkan dalam tulisan beliau ”Pendidikan Islam Sebagai Upaya Sadar Penyelamatan Dan Pengembangan Fitrah Manusia” tahun 2005. Pertemuan ”informal” beliau bertiga, dirancang di sela-sela kegiatan pertemuan Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKAPMII) Malang, tanggal 20 Juli 1996 di Motel Mandiri, jalan Raya Sengkaling Malang. Dengan berbagai kesibukan masing-masing, pertemuan tindak lanjut dilaksanakan pada hari Jum’at, 6 September 1996. Pertemuan yang dilaksanakan sehabis sholat Jum’at di Ruang Rektor UNISMA ini berlangsung singkat namun efektif, menghasilkan kesepakatan berupa penyamaan persepsi dan langkah konkrit untuk mewujudkan lembaga pendidikan yang diidamkan. Hadir dalam pertemuan ini 6(enam) orang, yakni: Kyai Tholhah, Pak Dja’far, Pak Irfan, Pak Ibbrahim Bafadal, Pak Rofi’uddin dan Pak Ishom. Dari 6 (enam) orang tersebut sebagai embrio pengembangan pemikiran pendidikan di Sabilillah, kemudian diperkuat kehadiran tokoh 3(tiga) orang tokoh, yakni: Dr. H.M. Wartono, Drs. H. Abdurrahman As’ari, M.Pd., MA., dan Drs. K.H.A. Madjid Ridwan, yang pada gilirannya lebih dikenal dengan Tim Pengembang Pendidikan Sabilillah Malang.
Bersamaan dengan upaya pemikiran pengembangan ”sekolah”, di lapangan juga berlangsung meneruskan pembangunan gedung yang sementara waktu terhenti. Ghiroh kejuangan dalam pemikiran dan pengembangan dari ”Tim Pengembang” tampaknya gayung bersambut dengan pembangunan fisik gedung. Adalah Bapak R. Slamet Pamudji Rahardjo, SH., MH. penyandang dana penyelesaian gedung sekolah. Melalui Pak Pamudji (panggilan akrab beliau) Allah mentakdirkan pembangunan/penyelesaian gedung sekolah (kemudian dikenal dengan Gedung I SD Islam Sabilillah) terwujud. Sebagai penyandang dana Pak Pamudji dengan sabar menerima masukan dan permintaan dari Tim sehingga terwujud gedung sekolah yang ideal.
Setelah pertemuan tanggal 6 September 1996, secara periodik Tim Pengembang bertemu untuk membahas, mengkaji dan mengevaluasi tugas yang diemban masing-masing dari berbagai sisi pengembangan sekolah, khususnya ”karakter sosok lembaga pendidikan” yang akan diwujudkan. Tim Pengembang dapat dikatakan cukup solid kalau tidak disebut sangat solid, dimana mereka tergabung dari berbagai disiplin ilmu yang dibutuhkan dalam mewujudkan dan mengembangkan pendidikan. Sekitar 2(dua) bulan setelah pertemuan di Ruang Rektor UNISMA, telah dapat dirumuskan oleh Tim alternatif-alternatif pendidikan yang hendak diwujudkan. Tepatnya pada hari Sabtu, 19 Oktober 1996 Tim Pengembang melaporkan hasil pengkajian kepada Bapak Ketua Yayasan bertempat di kediaman Kyai Tholchah di jalan Ronggolawe Singosari Malang. Dalam pertemuan ”formal” yang didesain secara informal dan berlangsung gayeng ini Tim melaporkan hasil studi dan kajian yang dilakukan dalam rangka mewujudkan sebuah lembaga pendidikan dasar yang ”representatif sebagai lembaga pendidikan yang baik dan memiliki karakteristik”. Disampaikan, studi dan kajian yang dilakukan relatif komprehensif, mulai dari kemungkinan input (calon siswa), sosial ekonomi masyarakat, kemungkinan kesempatan masyarakat mendampingi anak di rumah, pandangan masyarakat untuk pendidikan anak, pandangan tentang beaya pendidikan, proteksi orang tua pada anak, pandangan spiritual/nilai-nilai ”keagamaan” orang tua untuk pendidikan anak, dan lain sebagainya. Sedangkan temuan-temuan penting dari studi dan kajian adalah bahwa untuk mewujudkan ”sekolah yang diharapkan”, antara lain perlu: bisa menjawab secara konkret problema layanan pendidikan anak bagi orang tua (orang tua sibuk); pendidikan yang berkualitas, baik guru, fasilitas maupun prosesnya; adanya pendidikan moral /keagamaan yang riel di sekolah, adanya energi lebih pada anak-anak yang masih bisa dioptimalkan pemanfaatannya dan beberapa hal lainnya. Sementara itu,untuk mewujudkannya dalam sistem pendidikan, disampaikan alternatif: visi dan misi (yang jelas); kurikulum/pengalaman belajar yang dirancang ”khusus”, baik dari pola layanan pembelajaran, lama/panjang waktu belajar anak di sekolah; guru yang profesional untuk mengawal pembelajaran; fasilitas, media dan pendukung pembelajaran lainnya yang memadai; dan kemungkinan dana operasional pendidikan yang dikeluarkan oleh orang tua.
Salah satu keputusan penting dalam pertemuan 19 Oktober 1996 itu adalah dipilih/ ditetapkannya oleh Ketua Umum Yayasan Sabilillah Malang, lembaga pendidikan yang hendak diwujudkan adalah: Sekolah Dasar bernafaskan Islam, dengan visi dan misi yang jelas, serta berupaya menjawab tuntutan dan kebutuhan masyarakat; kemudian diberi nama ”SD ISLAM SABILILLAH”. Keputusan lain adalah pemberian amanah kepada: Dr. Ahmad Rofi’uddin, M.Pd sebagai Ketua Tim Pengembang SD Islam Sabilillah; dan Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd sebagai Kepala SD Islam Sabilillah Malang; dengan target tahun pelajaran 1997/1998 telah melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Ruh perjuangan tetap berada pada wilayah terdepan dalam pengembangan SD Islam Sabilillah Malang
Diskusi dan kajian periodik Tim Pengembang terus dilakukan untuk mempersiapkan dan menyambut tahun pelajaran baru 1997/1998. Akhirnya, pada tanggal 11 Pebruari 1997, Permohonan Ijin Pendirian SD Islam Sabilillah, secara resmi disampaikan kepada Bapak Walikotamadya KDH Tk. II Malang oleh Ketua Umum Yayasan Sabilillah Malang.
Atas izin Allah dan usaha keras yang tidak mengenal lelah dari berbagai pihak yang memiliki kompetent berdirinya SD Islam Sabilillah Malang, akhirnya tahun ajaran 1997/1998 SD Islam Sabilillah Malang dapat melaksanakan kegiatan operasional belajar mengajar. Secara formal pembukaan/peresmian SD Islam Sabilillah Malang diresmikan oleh Walikota Malang dan disaksikan oleh Dirjen Dikdasmen Depdikbud. Pada tahun pertama sudah memiliki tiga kelas parelel dengan jumlah siswa setiap kelasnya 42 siswa. Tonggak sejarah pendidikan di SD Islam Sabilillah Malang mulai berkembang

Berangkat dari respon positif masyarakat terhadap sistem pendidikan di SD Islam Sabilillah Malang, Tim Pengembang mulai mengembangkan secara profesional TK Islam Sabilillah Malang yang sudah berdiri sejak tahun 1980. Melalui manajemen dan proses pembelajaran yang dikembangkan secara terpadu oleh LPI Sabilillah Malang, berbagai prestasi diraih oleh TK mulai dari tingkat kota maupun propinsi. Proses pembelajaran yang atraktif, menyenangkan, serta mengembangkan potensi anak menjadikan TK Islam Sabilillah Malang menjadi salah satu pilihan utama masyarakat.

Prestasi dari segi akademik maupun non akademik yang dicapai siswa TK-SD Islam Sabilillah Malang membuat harapan masyarakat Malang Raya tentang sistem pendidikan lanjut pasca SD Islam Sabilillah Malang semakin tinggi. Saran dan harapan adanya SMP Islam Sabilillah Malang dari orang tua/wali siswa semakin lama semakin banyak masuk kepada Tim Pengembang Pendidikan Sabilillah. Pada tahun keenam, LPI Sabilillah Malang mulai merintis berdirinya pendidikan lanjut dengan sistem yang sama yaitu SMP Islam Sabilillah Malang.

Melalui pengelolaan yang terpadu di bawah naungan LPI Sabilillah Malang, pada tahun 2003, berdirilah SMP Islam Sabilillah Malang dengan tetap mengemas konsep sistem fullday school. Pola pembelajaran dari segi akademik dan nonakademik ternyata cukup menarik minat masyarakat. Sejak dibuka, pada tahun 2003 hingga saat ini, jumlah pendaftar semakin meningkat. Program terjemah Al Qur’an yang terbukti efektif menjadi daya tarik sendiri bagi masyarakat selain prestasi lainnya. Beragam prestasi yang ditorehkan SMP Islam Sabilillah Malang dalam bidang akademik dan nonakademik menjadikan masyarakat berharap sangat besar terhadap pendidikan putra putrinya. Masyarakat Malang Raya khususnya orang tua/wali siswa sudah merasakan pola pembelajaran yang dikembangkan LPI Sabilillah Malang sudah sangat tepat dalam mengawal siswa dari segi keislaman, kebangsaan, dan kecendekiaan. Orang tua siswa sangat berharap agar LPI Sabilillah segera mewujudkan pendidikan lanjut pasca SMP. Pendirian SMA di bawah naungan LPI Sabilillah Malang sangat diharapkan karena adanya kekhawatiran orang tua akan dampak perkembangan zaman globalisasi yang ditandai dengan semakin menurunnya akhlak dan moral. Akhirnya pada tahun 2014 lahirlah SMA Islam Sabilillah Malang Fullday School (dalam proses pengembangan Boarding School Berbasis Pesantren).

Lembaga Pendidikan Islam Sabilillah Malang telah menjelma menjadi lembaga pendidikan yang besar dan diperhitungkan di tingkat lokal dan nasional. Sentuhan tangan dingin Prof. Dr. H. Ibrahim Bafadal, M.Pd, guru besar Universitas Negeri Malang mengantarkan lembaga ini menjadi incaran para orang untuk pendidikan anak-anaknya. Kini Lembaga Pendidikan Islam Sabilillah Malang tumbuh dan berkembang menjadi pusat pendidikan islam bertaraf internasional, The Word Class Islamic Education Center. Lulusannya memiliki wawasan global, keterampilan berbasis ilmu dan teknologi serta, kekuatan moral berbasis islam, yang diharapkan kelak menjadi pemimpin-pemimpin besar masa depan menyongsong kebangkitan bangsa indonesia kedua tahun 2045, satu abad indonesia merdeka, Building Future Islamic Leader.

Polling
Bagaimana desain website kami?
Bagaimana desain website kami?
You must select at least one item to vote!

Buku Tamu