16 January 2026
Isra Mi’raj merupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam yang mengandung banyak hikmah dan pelajaran. Isra Mi'raj merupakan perjalanan luar biasa Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsha di Yerusalem (Isra), dilanjutkan dengan perjalanan menuju Sidratul Muntaha untuk menerima perintah salat lima waktu (Mi’raj). Peristiwa ini tidak hanya mempertegas keimanan umat Islam, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai spiritual dan moral yang mendalam.
Sebagai lembaga pendidikan Islam, Ma’had SMA Islam Sabilillah Malang merasa penting untuk memperingati peristiwa ini dengan penuh rasa syukur. Peringatan Isra Mi'raj menjadi agenda rutin bagi ma’had SMA Islam Sabilillah Malang. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menjalin silaturahmi sekaligus sebagai motivasi untuk meningkatkan nilai-nilai ibadah kita kepada Allah SWT.
Pada tahun ini peringatan Isra Mi’raj diselenggarakan selama tiga hari berturut-turut, dimulai sejak tanggal 14-16 Januari 2026 (24-27 Rajab 1447 H.). Adapun rangkaian kegiatan meliputi perlombaan dan pengajian. Sejak hari hari Rabu dilanjutkan pada hari Kamis, semua santri melaksanakan lomba ketertiban salat, dengan tujuan untuk memotivasi santri agar terbiasa salat secara benar dan khusyu’. Pada hari Jumat mereka melaksanakan senam bersama dan outbound. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menjalin keakraban dan kekompakan sesama santri sekaligus berolahraga.
Pada malam hari gelaran peringatan Isra Mi’raj diisi dengan pengajian yang menghadirkan dua pembicara yaitu Ustazah Kartika Evi Susanti S.S dan Ustazah Hj. Siti Mutmainah, S.Ag. Dalam mauidhohnya kedua pembicara ini menjelaskan pelajaran mendalam dan sangat berharga dari peristiwa Isra Mi’raj. Pelajaran tersebut menyadarkan kepada kita bahwa Isra Mi'raj merupakan salah satu bukti Kebesaran dan Keagungan Allah SWt, momentum untuk menyadarkan akan pentingnya salat lima waktu, menumbuhkan keyakinan akan tersambungnya risalah Nabi Muhammad SAW dengan para nabi sebelumnya, meneguhkan iman kepada Allah dan rasul-Nya dan meningkatkan sikap optimis bahwa setiap ada kesulitan pasti ada kemudahan. Kegiatan ditutup dengan pemberian hadiah bagi para pemenang lomba dan berdoa bersama.