Suasana kelas di SD Islam Sabilillah Malang 2 mendadak berubah menjadi ruang simulasi budaya internasional yang sangat interaktif. Sebuah inovasi pembelajaran bahasa di mana para siswa mendapatkan kesempatan langka untuk memperdalam kemampuan bahasa Arab secara langsung bersama native speaker (untuk penutur asli Bahasa Inggris) dan natiq (untuk penutur asli bahasa Arab). Kali ini SD Islam SAbililllah Malang 2 mendatangkan natiq dari Maroko, yakni Youssef Amalou.
Sejak menit pertama kelas dimulai, antusiasme tinggi terpancar dari binar mata para siswa. Tidak ada lagi rasa canggung atau takut salah; kehadiran Youssef Amalou yang ramah, hangat, dan ekspresif justru memantik rasa ingin tahu anak-anak untuk aktif berbicara. Melalui metode yang menyenangkan, para siswa diajak untuk mempraktikkan percakapan sehari-hari (hiwar), mulai dari cara menyapa, memperkenalkan diri, hingga mengekspresikan hobi mereka menggunakan bahasa Arab yang fasih dan tepat. Program Natiq ini dikemas secara dinamis agar sesuai dengan karakter anak-anak yang ceria. Pembelajaran bersama Youssef tidak hanya terfokus pada tata bahasa kaku di buku, melainkan diperkaya dengan gim interaktif, pelafalan kosakata lewat lagu, hingga pengenalan budaya khas Maroko. Metode ini terbukti efektif membuat para siswa lebih berani melatih makhraj dan intonasi mereka secara langsung di depan penutur asli, yang dengan sabar membenarkan setiap pelafalan siswa.Pihak sekolah menjelaskan bahwa kegiatan Natiq bersama Youssef Amalou ini bertujuan untuk meruntuhkan stigma bahwa bahasa Arab itu sulit. Dengan berinteraksi langsung bersama warga negara asing, para siswa tidak hanya mengasah kecerdasan linguistik mereka sejak dini, tetapi juga membangun rasa percaya diri global dan memperluas wawasan lintas budaya mereka. Rangkaian program ini ditutup dengan sesi foto bersama, meninggalkan kesan mendalam serta motivasi baru bagi para siswa untuk semakin mencintai dan mendalami bahasa Al-Qur'an.
