Lebih lanjut Beliau memaparkan bahwa Hadits ke-12 dalam kitab Arba'in An-Nawawi yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu memuat sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: "Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan apa yang tidak berguna baginya" (HR. Tirmidzi). Hadits ringkas ini merupakan salah satu fondasi utama akhlak dalam Islam. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menegaskan bahwa indikator kualitas iman dan kesempurnaan Islam seseorang tidak hanya diukur dari ibadah ritual, melainkan dari kemampuannya mengendalikan diri untuk tidak terlibat dalam urusan yang tidak memberikan manfaat bagi kehidupan dunia maupun akhiratnya.
Kategori "hal yang tidak berguna" (ma la ya'nih) mencakup segala ucapan, perbuatan, maupun pikiran yang tidak membawa maslahat secara syariat, akal, maupun kebutuhan hidup mendasar. Contoh penerapannya meliputi menghindari pembicaraan sia-sia (seperti ghibah atau bergosip), tidak mencampuri urusan pribadi orang lain yang bukan wewenangnya, serta tidak membuang waktu untuk hal-hal yang berlebihan. Seorang muslim yang memiliki komitmen pada ajaran ini akan senantiasa menyaring setiap tindakan dan perkataannya dengan kesadaran bahwa setiap amalan kelak akan dimintai pertanggungjawaban.
Mengamalkan hadits ini membawa dampak positif yang besar secara personal maupun sosial. Secara individu, fokus pada hal-hal yang bermanfaat dapat menghemat energi mental, menjaga ketenangan pikiran, dan meningkatkan produktivitas dalam menuntut ilmu atau beribadah. Secara sosial, menjaga diri dari urusan orang lain mencegah timbulnya kecurigaan, kesalahpahaman, dan perselisihan antar sesama. Oleh karena itu, para ulama menyebut hadits ini sebagai salah satu pilar utama ajaran Islam karena kedalamannya dalam membentuk karakter manusia yang bijaksana dan bertenggang rasa.
Semua santri sangat aktif dan antusias mengikuti kegiatan Dirasah Kehormatan ini. Mereka tidak ingin menjadi muslim yang biasa-biasa saja, tetapi mereka bertekad menjadi muslim yang premium agar kelak mendapatka surga bersanding dengan Rasulullah SAW. Hal yang harus dilakukan oleh para santri adalah melatih diri dari sekarang untuk meninggalkan perbuatan yang tidak ada manfaatnya. Semoag Allah meridhoi tekad para santri ini. Aamiin.