09 August 2025
SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School Sistem Pesantren terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengembangan kompetensi guru. Salah satunya ditunjukkan oleh Ratri Wahyuningtyas, S.Pd., Guru Bahasa Mandarin, yang berkesempatan mengikuti Special Training Program for Enhancing Teaching Competencies under the Guidance of International Chinese Language Education Standards di Zhongbei Campus, East China Normal University, Shanghai, China, pada 27 Juli – 9 Agustus 2025.
Selama dua pekan, Bu Ratri—begitu beliau akrab disapa—mendapatkan pengalaman berharga untuk meningkatkan kompetensi, memperdalam teori sekaligus praktik pengajaran Bahasa Mandarin, serta mengenal Standar Internasional Bahasa Mandarin sebagai acuan baru. Menurutnya, tujuan utama mengikuti program ini adalah agar pembelajaran di SMA Islam Sabilillah Malang semakin relevan, efektif, dan berorientasi global.
Pengalaman belajar langsung di Tiongkok memberikan perspektif baru. Pembelajaran Bahasa Mandarin di sana menekankan integrasi antara bahasa dan budaya, sehingga siswa tidak hanya mempelajari kosakata, tetapi juga memahami nilai, kebiasaan, serta praktik komunikasi nyata. Hal ini berbeda dengan pembelajaran di Indonesia yang masih cenderung tekstual dan berpusat pada buku. “Di Tiongkok, bahasa dan budaya tidak bisa dipisahkan. Kami bisa mempraktikkan komunikasi sehari-hari, berdiskusi dengan pakar, hingga mengikuti kegiatan budaya. Inilah yang membuat pembelajaran lebih hidup dan bermakna,” ujar Bu Ratri.
Salah satu pengalaman paling berkesan adalah kesempatan berdiskusi dengan para pakar pengajaran Bahasa Mandarin dari berbagai universitas di Tiongkok. Selain itu, peserta pelatihan juga mengunjungi tempat bersejarah, menikmati makanan khas, hingga menyaksikan fenomena modern seperti kereta cepat dan sistem pembayaran digital. Semua ini ditekankan sebagai bagian integral dari pembelajaran bahasa. Pelatihan ini memberikan banyak strategi baru yang dapat diadaptasi di SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School Sistem Pesantren ini. Misalnya, penggunaan sumber daya kreatif, pembelajaran berbasis pengalaman, serta penekanan pada keterampilan komunikasi nyata. Dengan strategi ini, pembelajaran Bahasa Mandarin akan lebih interaktif, kontekstual, dan sesuai dengan kebutuhan siswa.
“Bahasa adalah jembatan. Dengan menguasai Bahasa Mandarin, siswa tidak hanya belajar kata, tetapi juga belajar memahami dunia. Inilah bekal penting bagi mereka sebagai generasi global,” ungkapnya penuh semangat. Partisipasi guru SMA Islam Sabilillah Malang dalam pelatihan internasional ini sekaligus membuktikan bahwa sekolah ini bukan hanya sekadar Islamic Boarding School, tetapi juga Sekolah Berkarakter yang selalu berusaha memberi yang terbaik bagi peserta didiknya.
Pengalaman Bu Ratri Wahyuningtyas dalam pelatihan internasional di Shanghai menjadi bukti nyata bahwa guru di SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School Sistem Pesantren terus mengembangkan diri untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas, berorientasi global, namun tetap berakar pada nilai-nilai Islam. Dengan semangat Merdeka Belajar dan komitmen pada mutu, sekolah ini akan terus mencetak generasi yang siap bersaing di tingkat internasional. Karena di sinilah, merdeka belajar bertemu dengan karakter Islami, dalam satu langkah pasti menuju masa depan yang gemilang.
I'm a Little Leader
24 August 2025
Semarak Kemerdekaan di SD Islam Sabilillah Malang 2
23 August 2025