Jl. Terusan Piranha Atas No.135 Malang [email protected]
Follow us:
Header berita

Peringatan Tahun Baru Islam 1448 H

Peringatan Tahun Baru Islam 1448 H

16 June 2026

Peringatan Tahun Baru Islam 1448 H

Peringatan Tahun Baru Islam (1 Muharram) bukan sekadar pergantian kalender semata, melainkan momentum krusial untuk melakukan refleksi mendalam (muhasabah). Di tengah pusaran era digital yang serba cepat dan penuh dengan disrupsi moral, momen ini menjadi titik balik untuk mengevaluasi sejauh mana kualitas iman dan kontribusi sosial yang telah dicapai. Semangat hijrah yang secara historis merupakan migrasi fisik Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah kini ditekankan kembali sebagai hijrah spiritual dan intelektual. Umat Islam ditantang untuk meninggalkan kebiasaan buruk, hoaks, dan polarisasi, lalu bergerak menuju pemikiran yang lebih adaptif, bijak, dan membawa maslahat bagi semesta alam (rahmatan lil 'alamin).
Makna Tahun Baru Islam juga bermanifestasi sebagai panggilan aksi untuk memperkuat solidaritas global dan kemanusiaan. Tantangan modern seperti krisis iklim, ketimpangan ekonomi, dan konflik kemanusiaan menuntut kaum muslimin untuk tidak hanya saleh secara individu, tetapi juga saleh secara sosial. Menyongsong tahun baru ini, generasi muslim masa kini diharapkan mampu memanfaatkan teknologi dan ilmu pengetahuan sebagai alat untuk menyebarkan kedamaian, menegakkan keadilan, dan membangun peradaban yang inklusif. Dengan demikian, Tahun Baru Islam menjadi simbol optimisme baru untuk membangun masa depan yang lebih bermartabat, tangguh, dan selaras dengan nilai-nilai luhur Al-Qur'an.
Spirit Tahun Baru Islam diimplementasikan oleh santri-santri Ma’had SMA Islam Sabilillah Malang dengan mengadakan serangkaian kegiatan, yang diberi tajuk Gebyar Muharram 1448 H. Kegiatan dilaksanakan selama sepekan, mulai tanggal 9 Juni 2026 hingga 16 Juni 2026. Para santri mengawali kegiatan dengan meresensi kitab Qomi’ut Tughyan, Bidayatul Hidayah, Mabadiul Fiqhiyah dan Khulashah Nurul Yaqin. Mereka meresensi kitab-kitab salaf dengan maksud untuk membedah kedalaman isi, menguji relevansi zaman, dan mempermudah transformasi keilmuan klasik ke masa kini. Kegiatan dilanjutkan dengan Musabaqah Fahmil Kutub, yaitu kompetisi memahami isi dari kitab-kitab salaf yang dipelajari setiap hari di ma'had. Semua santri berlomba untuk menunjukkan kemampuannya dalam memahami kitab-kitab salaf tersebut. Untuk menambah semarak acara digelar juga Musabaqah Tahfidzul Qur’an Juz 30. Tahfidzul Qur’an ini dimaksudkan untuk melatih para santri agar lebih mencintai Al Qur’an. Sebagai penutup semua rangkaian kegiatan, digelar Awarding dan Takhtimul Kutub yang ditandai dengan prosesi sambung sanad dan doa bersama. 

Translate