Jl. Terusan Piranha Atas No.135 Malang admin@sekolahsabilillah.sch.id
Follow us:
Publikasi Sekolah Islam Sabilillah Malang

Rancang Kendaraan Impian Masa Depan

21 February 2023

Berani dan penuh percaya diri. Seperti itulah penampilan siswa TK Islam Sabilillah Malang, saat presentasi di depan orang tua mereka, Jumat (17/2) lalu. Mereka mempresentasikan hasil karya inovasinya dalam program Assembly. Tema Assembly My Project kali ini yakni ‘Kendaraan Impian Masa Depan’. Ada beberapa karya yang dipresentasikan. Baik oleh siswa kelompok A maupun B.

Koordinator Assembly TKIS, Widya Wulantika, S.Pd mengatakan tema itu didapat dari hasil analisa anak didiknya saat menggunakan kendaraan transportasi beberapa waktu lalu. Sebagaimana diberitakan sebelumnya oleh Malang Posco Media, siswa TKIS melakukan perjalanan menggunakan kereta api. Mereka dikenalkan alat transportasi darat oleh guru mereka.

Perjalanan itu menuju ke Stasiun Kepanjen. Pulang dari Kepanjen, para siswa dijemput dengan mobil yang difasilitasi sekolah. Selama perjalanan itu siswa menemukan satu permasalahan. Motor dan mobil yang berhenti karena kereta api yang sedang melintas menyebabkan macet yang panjang. Masalah ini kemudian memuncul ide untuk membuat transportasi canggih.

Imajinasi dan fantasi anak-anak hebat ini membuahkan karya miniatur keren berupa mobil terbang, kapal terbang, kereta gantung dan sebagainya. Mereka menyebutnya, kendaraan impian masa depan. Nama-namanya pun keren. Menggambarkan teknologi di masa depan. Seperti Sonic Train, The Magic Tails Plane, My Power Car, Bus Amfibi dan Motor Sky.

Widya menerangkan, bahwa karya-karya itu merupakan hasil dari proses yang panjang. Di TK Islam Sabilillah Malang, menerapkan pembelajaran Project Based Learning (PjBL). Tahapannya mulai presenting, analyzing, planning, executing, dan reporting . PJBL berpusat pada pengembangan critical thinking, communicative, collaborative dan creative (4C’s).

Assembly merupakan bagian dari tahap reporting. Siswa mempresentasikan masalah dari tahap presenting sehingga muncul ide membuat karya inovasi. “Karya-karya yang dihasilkan sesuai dengan tingkat berpikir mereka. Kami hanya memfasilitasi, karena yang kami pentingkan adalah ide-ide kreatif anak-anak,” ucap Widya.

Dia berharap daya pikir dan kreativitas siswanya meningkat. “Kami ingin mewadahi ide anak-anak kami yang luar biasa. Kami yakin di masa yang akan datang mereka akan melahirkan ide hebat dalam menciptakan karya teknologi,” tuturnya.

Sementara itu, presentasi atau reporting siswa kepada orang tua berjalan dengan lancar. Setiap kelompok mempresentasikan karyanya dengan baik. Ada yang menjelaskan tentang penggunaan dan manfaat mobil listrik. Ada juga yang memaparkan cara kerja mobil terbang, dan sebagainya.

Di ujung presentasi, ada sesi tanya jawab. Orang tua pun antusias menyampaikan pertanyaan. Semuanya dijawab siswa dengan penuh percaya diri sesuai pengalaman mereka selama membuat karya. Diantara orang tua menanyakan fungsi kendaraan bus tingkat.

Ada juga yang bertanya tentang kesulitan atau kendala yang dialami selama memuat karya. “Sulitnya itu saat membuat polanya. Kami juga susah menggunting, karena bentuknya agak sulit. Merakitnya juga harus hati-hati,” kata Ahmad Zulfan Tsaqifi, salah satu siswa kelas B.

Translate