08 February 2024
SD Islam Sabilillah (SDIS) Malang 2 terus mengukuhkan posisinya sebagai lembaga pendidikan Islam progresif dengan memperkenalkan layanan Smart Classroom yang adaptif dengan perkembangan zaman. Langkah ini memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan pengalaman pembelajaran yang relevan, dinamis dan mengikuti perkembangan teknologi.
Kepala Sekolah SDIS Malang 2, M. Isnin H, S.Pd. mengutarakan, secara keseluruhan, fasilitas dan layanan yang ada di SDIS Malang 2 sama dengan SDIS Malang 1. Hanya saja ada beberapa peremajaan sarana dan prasarana (sarpras) seperti smart classroom dan kelas dinamis.
“Kalau secara sistem sama dengan SDIS 1; model pembelajaran dan semuanya itu sama,” papar Isnin saat dijumpai di kantornya, Rabu (8/2/2024). “Cuma terobosan baru kita di sini adalah smart classroom dan kelas dinamis,” imbuhnya.
(Kepala Sekolah SD Islam Sabilillah Malang 2, M. Isnin Hasanah, S.Pd)
Lebih lanjut, Isnin mengurai bahwa yang dimaksud smart classroom adalah kelas yang memberikan pelayanan berbasis digital. Sementara kelas dinamis merupakan kelas dengan tata letak yang dapat diubah sesuai dengan kebutuhan dan minat belajar setiap siswa. Dengan menggunakan teknologi cerdas, sistem pembelajaran dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan siswa, serta menyesuaikan konten pembelajaran secara individual untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mereka.
Salah satu fitur unggulan dari layanan Smart Classroom ini adalah adanya Interaktif Flat Panel (IFP) atau display interaktif. IFP merupakan teknologi yang mepermudah guru dan siswa untuk menciptakan pembelajaran yang interaktif dan kolaboratif. Hal ini memungkinkan para siswa untuk berkembang secara progresif, tanpa merasa tertinggal atau terlalu ditekan dalam proses pembelajaran.
(Gedung Baru SD Islam Sabilillah Malang 2)
Di lain sisi, gedung baru SDIS 2 yang terletak di Jl. Ikan Kakap No.1E, Tunjungsekar, Kec. Lowokwaru, Kota Malang ini telah dibangun sejak pertengahan tahun 2023 dan dijadwalkan siap digunakan pada Juli 2024.
Isnin mengatakan, pada tahun pertama SDIS 2 berdiri, pihaknya hanya menyediakan kuota 3 kelas untuk generasi pertama. Masing-masing kelas berisi 28 peserta didik. “Ini kita sudah dapat dua kelas lebih. Tinggal satu kelas. Target tahun ini tiga kelas,” terang Isnin. “Satu kelasnya 28 (siswa) sesuai ketentuan pemerintah. Jadi nanti ada 84 siswa totalnya. Sejauh ini sudah ada 60 siswa (pendaftar),” sambungnya.
(Smart Classroom dengan Interaktif Flat Panel atau display interaktif)
Melalui layanan Smart Classroom yang adaptif tersebut, SDIS Malang 2 berharap terus memimpin dalam inovasi pendidikan, mempersiapkan siswa-siswanya untuk sukses dalam dunia yang terus berubah dan menantang. Langkah ini juga merupakan bukti komitmen sekolah dalam memberikan pengalaman pembelajaran yang terbaik bagi generasi penerus bangsa.
“Harapan kami anak didik dapat mengacu pada visi misi lembaga yang mana hasil akhirnya adalah mencetak pemimpin peradaban dunia,” ucap Isnin. “Dan juga harus meliputi 6 dimensinya itu semua ter-cover di anak-anak. Dari pembiasan-pembiasan mulai muncul di situ,” tutupnya.
Saat ini, seluruh perkembangan satuan pendidikan Sekolah Islam Sabilillah Malang (SISMA) dalam arahan Tim Pengembangan Pendidikan Sabilillah yang diketuai oleh Ahmad Rofi’uddin, M.Pd. dengan dibantu Drs. H. Moh. Ishom Ihsan, M.Pd selaku Sekretaris dan tiga anggota lainnya yaitu Dr. H. Muh. Wartono, M.Pd., Prof. Dr. H. Abdur Rahman As’ari, M.Pd, M.A. dan Prof. Dr. H. Ibrahim Bafadal, M.Pd. Selain menjadi bagian Tim Pengembangan, Prof. Ibrahim juga saat ini menjabat sebagai Direktur LPI Sabilillah Malang.