Jl. Terusan Piranha Atas No.135 Malang [email protected]
Follow us:

Semangat Kartini Cilik: TK Islam Sabilillah Malang 1 Gelar Perayaan Meriah dan Edukatif

25 April 2026

Gambar Berita
  1. Suasana ceria dan penuh warna menyelimuti gedung TK Islam Sabilillah Malang 1 pada Sabtu (25/04/2026). Siswa-siswi tampak anggun dan gagah mengenakan pakaian adat Nusantara dalam rangka memperingati Hari Kartini tahun 2026. Acara ini menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai perjuangan dan cinta budaya sejak dini kepada para siswa.
    Acara dimulai tepat pukul 07.30 WIB dengan pembukaan oleh Kepala Sekolah. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa semangat Kartini bukan sekadar tentang pakaian adat, melainkan tentang keberanian untuk belajar dan berkarya. Setelah pembukaan, seluruh siswa dan guru bersama-sama menyanyikan lagu "Ibu Kita Kartini". Suasana seketika menjadi haru sekaligus bangga saat suara mungil para siswa menggema memenuhi ruangan.
    Kemeriahan Lomba Fashion Show
    Puncak kemeriahan dimulai saat panggung utama berubah menjadi runway. Siswa-siswi dari Kelompok A dan Kelompok B berpartisipasi dalam Lomba Fashion Show. Dengan gaya yang menggemaskan namun tetap percaya diri, mereka memamerkan beragam busana daerah, mulai dari kebaya klasik hingga pakaian adat luar Jawa. Gelak tawa dan tepuk tangan penonton tak berhenti mengalir melihat tingkah lucu para "Kartini Cilik" ini saat berpose di depan juri.
    Tidak hanya lomba luring (offline), peringatan tahun ini juga mengapresiasi bakat digital siswa melalui rangkaian lomba daring (online) yang telah dilaksanakan sebelumnya. Acara ditutup dengan sesi awarding atau penyerahan hadiah untuk beberapa kategori:
    • Lomba Online:
    Storytelling about Kartini: Siswa bercerita tentang sejarah perjuangan RA Kartini dalam bahasa Inggris yang ekspresif.
    Podcast Ing Krama: Inovasi unik di mana siswa menunjukkan kemampuannya berkomunikasi menggunakan Bahasa Jawa Krama melalui media sosial.
    • Lomba Offline:
    Pemenang Fashion Show Kelompok A dan B berdasarkan keserasian kostum dan keberanian di panggung.
    Ketua panitia pelaksana menyampaikan bahwa integrasi lomba tradisional dan modern (seperti podcast) bertujuan agar siswa tetap relevan dengan zaman tanpa melupakan akar budaya.
    "Kami ingin anak-anak mengenal sosok Kartini tidak hanya sebagai pahlawan masa lalu, tapi sebagai inspirasi untuk berani tampil dan berkomunikasi dengan baik, baik itu lewat cerita maupun teknologi," ujarnya di sela-sela acara.
    Kegiatan pun berakhir pada pukul 11.00 WIB dengan sesi foto bersama, membawa pulang semangat emansipasi yang akan terus tumbuh dalam diri generasi penerus bangsa. (red/idf)

Translate