Semangat Santri Cilik, Mengenal Sejarah Perjuangan Bangsa di TK Islam Sabilillah Malang 2
Suasana ceria dan penuh rasa ingin tahu sudah terasa di TK Islam Sabilillah Malang 2 sejak pagi, bahkan sebelum kegiatan peringatan Hari Santri Nasional dimulai. Anak-anak, terutama dari Kelompok A, tampak antusias melihat suasana sekolah yang berbeda dari biasanya. “Kenapa kita pakai baju putih, Teacher?” Pertanyaan yang diutaran oleh kebanyakan anak. Ada pula yang penasaran saat mendengar lagu-lagu perjuangan diputar sebelum kegiatan dimulai, “Teacher, ini lagu apa?” Pertanyaan-pertanyaan sederhana itu menjadi awal yang menyenangkan untuk mengenalkan Hari Santri kepada anak-anak.
Dengan mengenakan busana putih dan sarung bagi anak laki-laki, anak-anak mengikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional. Suasana semakin semarak ketika mereka bernyanyi bersama sambil mengepalkan tangan, mengikuti irama lagu dengan penuh semangat. Bagi anak-anak, momen ini bukan sekadar mengikuti upacara, tetapi juga pengalaman baru yang menyenangkan.
“Teacher, tadi nyanyinya sambil begini, ya!” seru anak-anak dengan antusias sambil memperagakan kepalan tangan mereka. Momen sederhana tersebut menjadi gambaran bagaimana anak-anak menikmati kegiatan melalui lagu dan gerakan yang mudah mereka ikuti.
Dalam amanatnya, pembina upacara menyampaikan sejarah Hari Santri Nasional dan perjuangan para santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Anak-anak dikenalkan dengan Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Peristiwa tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah perjuangan bangsa dan semangat perlawanan rakyat Indonesia di Surabaya pada 10 November 1945.
Bagi TK Islam Sabilillah Malang 2, peringatan Hari Santri Nasional menjadi kesempatan untuk menanamkan nilai keislaman dan kebangsaan melalui pengalaman belajar yang bermakna. Harapannya, anak-anak tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, mencintai ilmu, serta memiliki semangat untuk memberikan manfaat bagi agama, masyarakat, dan bangsa.