Gemuruh suara takbir dan lantunan ayat suci Al-Qur'an memecah keheningan pagi di lingkungan SD Sabilillah Malang 2. Selama empat hari penuh, tepatnya pada tanggal 12 hingga 15 Januari 2026, sekolah ini bertransformasi menjadi oase spiritual bagi para siswa kelas 1 dan 2. Dalam rangka memperingati peristiwa agung Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, sebuah perhelatan religius digelar bukan sekadar sebagai ajang kompetisi, melainkan sebagai wadah persemaian karakter bagi generasi qur’ani masa depan.

Suasana khidmat mulai terasa saat para muadzin cilik melantunkan adzan dengan penuh penghayatan. Dalam lomba adzan dan menjawab adzan, setiap nada yang dikumandangkan bukan hanya menguji keberanian mental, tetapi juga mengajarkan adab mendengar panggilan Ilahi bagi siswa lainnya. Ruang-ruang kelas seketika berubah menjadi mimbar suci di mana suara-suara mungil itu bersahutan, menunjukkan bahwa kecintaan pada panggilan sholat telah tertanam sejak usia dini. Tak kalah mengagumkan, kekompakan para siswa terlihat jelas dalam lomba sholat berjamaah. Di sini, nilai kedisiplinan dan kepemimpinan diuji melalui keserasian gerak antara imam dan makmum. Dengan pakaian ibadah yang rapi, para siswa kelas 1 dan 2 ini memperagakan tata cara sholat dengan penuh kekhusyukan, seolah menghadirkan atmosfer rumah ibadah yang sesungguhnya ke dalam lingkungan sekolah.
Puncak keharuan menyelimuti sesi lomba sambung ayat. Di bawah tatapan bangga para guru, satu per satu siswa menunjukkan ketangkasan hafalan mereka. Saat sebuah potongan ayat dibacakan, para peserta dengan sigap menyambungnya hingga tuntas, membuktikan bahwa Al-Qur'an telah menjadi bagian dari memori dan hati mereka. Perlombaan antar kelas yang berakhir pada 15 Januari diharapkan dapat menumbuhkan benih-benih iman di hati para pemimpin masa depan.