Bulan Bahasa Dan Hari Sumpah Pemuda di SD Islam Sabilillah Malang 2, Tumbuhkan Semangat Jiwa Pemimpin Masa Depan
Semangat kebangsaan diusung oleh SD Islam Sabilillah Malang 2. Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa, sekolah ini menggelar beberapa kegiatan inspiratif. Salah satunya mengenalkan budaya bangsa kepada siswa. Kegiatan ini dikenal dengan perlombaan, Jumat (31/10) kemarin. Acara lomba berlangsung semarak. Setiap kelas menyajikan budaya dari satu provinsi. Ada tujuh provinsi yang dipamerkan sekaligus dipresentasikan oleh siswa. Yakni Provinsi Yogjakarta, Bali, Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, Sumatera dan Sulawesi. “Ini cara kami supaya anak-anak kenal lebih jauh budaya bangsa kita. Mulai pakaian adat daerah, lagu-lagu dan Kuliner khas Provinsi yang mereka angkat. Dengan cara ini pemahaman mereka lebih kuat dibandingkan hanya sekedar membaca,” ujar Kepala SD Islam Sabilillah Malang 2, Muhammad Isnin H., S.Pd. Pagi kemarin di halaman sekolah ini tampak berbeda dari biasanya. Ada beberapa stand yang memamerkan aneka kuliner dari tujuh provinsi. Orang tua siswa turut berperan. Mereka terlihat antusias mulai pagi mempersiapkan acara ini. Bahkan sebagian ada yang sampai lembur hingga malam. Mereka adalah pengurus paguyuban kelas dan Majelis Orang Tua Siswa (MOS). Selain pameran kuliner, ada spot panggung. Inilah pentas siswa untuk berlomba. Mereka mempresentasikan budaya daerah yang diangkat. Busana, lagu dan makanan khasnya. Di panggung ini juga dilaksanakan lomba lagu-lagu daerah. Setiap kelas tampil penuh percaya diri. Isnin menjelaskan kriteria penilaian lomba meliputi kreatifitas, kekompakan tim, presentasi, estetika tampilan, kebersihan dan kerapian. “Penilaian untuk memotivasi dan mengapresiasi anak-anak yang telah mempersiapkan perlombaan ini dengan baik. Mereka sudah tampil luar biasa,” terangnya. Sebelumnya, SD Islam Sabilillah Malang 2 juga menggelar lomba Ikrar Sumpah Pemuda. Diikuti perwakilan kelas. Masing-masing kelas mengirimkan tiga siswa. “Lomba ini untuk mengenang perjuangan pemuda bangsa di masa lalu. Serta untuk menanamkan jiwa semangat pemuda dalam menyatukan bangsa ini di masa lalu,” terangnya. Dia berharap, melalui momentum Sumpah Pemuda ini anak didiknya semakin memiliki semangat belajar. Tumbuh jiwa pemimpin yang akan menjadi penentu masa depan bangsa. “Banyak yang bisa dipelajari dari momentum ini. Anak-anak menjadi lebih percaya diri dengan tampil di perlombaan. Semakin bersemangat untuk mengetahui lebih banyak tentang budaya bangsa Indonesia,” pungkasnya. (imm/lim)