OSPIS di SMP Islam Sabilillah Malang, Siswa Baru Kenalkan Potensi dan Karakter Positif
MALANG POSCO MEDIA, MALANG – SMP Islam Sabilillah Malang menyambut 193 siswa baru tahun ajaran 2025/2026. Kamis (10/7) kemarin, adalah hari pertama mereka masuk sekolah. Langsung disambut dengan hangat oleh guru dan tenaga kependidikan dalam kegiatan Orientasi Sistem Pendidikan Islam Sabilillah (OSPIS).Ada yang menarik di hari pertama kemarin. Setiap siswa diminta untuk mengenalkan diri masing-masing. Tidak hanya nama, tetapi sifat dan karakternya. Guru punya cara yang unik. Setiap siswa diberikan kertas sticky notes. Mereka menuliskan nama panggilan, menggunakan huruf paling depan sebagai deskripsi sifat positif masing-masing. Cara ini terbilang kreatif agar siswa mengenal dirinya.Rennala Denayaka, salah satu siswa baru menulis kata ‘Respect’ untuk tambahan nama depannya. Menjadi Rennala Respect. “Respect itu artinya hormat atau menghargai. Saya berharap menjadi pribadi yang bisa menghargai dan menghormati orang lain,” terangnya.Dari kata respect itu, Rennala juga termotivasi untuk memperlakukan orang lain dengan baik dan pantas, mengakui nilai, ide, atau kualitas yang baik yang mereka miliki. “Sifat ini penting dimiliki terutama ketika kita berada di lingkungan yang baru,” kata dia.Sticky notes yang sudah bertuliskan kata pilihan ditempelkan dan perkenalan diri. Siswa bersangkutan presentasi. Satu per satu mengenalkan nama lengkap, nama panggilan, asal sekolah, hobi, dan menjelaskan makna dari deskripsi sikap positifnya.“Nama saya Ibad. Tambahannya: intelejen. Kata ini merujuk pada kemampuan saya untuk memahami dan merespons situasi baru. Kata ini juga berkaitan dengan kecerdasan,” ujar Ibad, yang juga siswa baru SMP Islam Sabilillah Malang.Waka Humas SMP Islam Sabilillah Malang, Awwat Warta S.Pd mengatakan konsep pengenalan diri siswa ini menjadi satu inovasi dalam kegiatan OSPIS pada siswa baru. Sehingga kegiatan pengenalan lingkungan sekolah tidak terkesan biasa saja.“Ini cara kami memotivasi siswa baru mengenal dirinya dan mengenalkan pada temannya. Cara ini menggunakan teknik menganalisis dirinya sendiri. Teknik ini kami dapatkan dari base practice guru setelah workshop bersama dosen BK Universitas Negeri Malang,” terangnya.OSPIS SMP Islam Sabilillah Malang berbasis deep learning. Membimbing siswa baru untuk dapat menikmati proses pembelajaran yang merujuk pada pendekatan pembelajaran yang mendalam. Berpusat pada tiga prinsip utama yakni mindful (berkesadaran), meaningful (bermakna), dan joyful (menyenangkan).“Maka kami berupaya mengonsep kegiatan OSPIS ini dengan cara yang menyenangkan. Namun tetap bermakna. Agar memberikan kesan positif pada siswa baru di hari pertama mereka masuk sekolah,” terangnya.Setelah sesi pengenalan diri siswa baru diajak berkeliling sekolah. Mereka dikenalkan pada lokasi pembelajaran, sarana dan fasilitas sekolah. Dibagi per kelas dengan didampingi wali kelas masing-masing. Mereka berkeliling mulai dari kelas, ruang TU, masjid, kantor-kantor sekolah, green house, perpustakaan, lapangan dan sebagainya.(imm/lim)