SD Islam Sabilillah Malang 2 Konsisten Supervisi, Tingkatkan Mutu Pembelajaran dan Layanan Pendidikan
SD Islam Sabilillah Malang 2 tak berhenti melakukan peningkatan mutu. Supervisi terus dilakukan. Demi peningkatan kualitas mutu internal. Baik pembelajaran maupun layanan administrasi. Termasuk program ekstrakurikuler, bagian keamanan, kebersihan dan sebagainya. Dengan meningkatnya kualitas mutu internal sekolah maka akan berdampak hasil dari layanan pendidikan itu sendiri. Misalnya, pembelajaran yang berkualitas akan mendapatkan hasil belajar yang juga berkualitas. Hal itu yang disampaikan, Nunik S. Hariarti, S.Pd., M.Pd selaku Supervisor SD Islam Sabilillah Malang 2. Dia mengatakan, tujuan supervisi pembelajaran adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar siswa. Selain itu untuk mengidentifikasi kebutuhan guru dalam meningkatkan kapasitas mengajar mereka, sehingga dapat memberikan pembelajaran yang lebih efektif. “Maka sebuah supervisi, khususnya pembelajaran sangat penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar siswa,” katanya. Nunik menuturkan, di SD Islam Sabilillah Malang 2 ada dua macam supervisi. Yakni supervisi klinis dan supervisi asesmen. Supervisi klinis bertujuan untuk mencari kelemahan-kelemahan untuk dilakukan perbaikan. Sedangkan supervisi asesmen untuk menilai kualitas kinerja dari suatu kegiatan. “Tetapi dua-duanya mempunyai tujuan yang sama yaitu untuk menjamin mutu atau kualitas sekolah,” terangnya. Supervisi di SD Islam Sabilillah Malang 2 tidak hanya di bidang pembelajaran, tapi juga kegiatan-kegiatan yang lainnya. Dijabarkan pada enam dimensi profil lulusan Sekolah Sabilillah. Yakni agamis, qurani, negarawan, saintis, multilingual, dan berprestasi. Nunik menjelaskan, setiap dimensi mempunyai SOP yang sudah ditetapkan sesuai standar dari Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Sabilillah. Supervisi dilakukan dua kali dalam satu semester. Penilaian dilakukan secara detail untuk mendapatkan hasil yang akurat. Supervisi di dalam kelas ditujukan pada kegiatan pembelajaran dan guru. Identifikasi supervisor pada pelaksanaan strategi pembelajaran, media ajar, penggunaan digital learning dan sebagainya. Semua dinilai sesuai standar yang ditetapkan LPI Sabilillah. Nunik menambahkan, di samping supervisi untuk guru juga ada supervisi untuk tenaga kependidikan. Supervisi difokuskan pada layanan yang diberikan. Sudah sesuai SOP atau belum. Item penilaian merupakan implementasi dari SOP yang dijadikan suatu instrumen untuk melihat ketercapaiannya. Hasil penilaian ditindaklanjuti dengan rekomendasi supervisor pada manajemen. Lalu dilakukan verifikasi untuk identifikasi faktual. “Sehingga harapannya suatu program itu bisa terlaksana secara utuh dan terkawal. Karena masing-masing kepala sekolah dan guru mempunyai kontrak kinerja yang terstandar,” jelasnya. Dalam melakukan penilaian tidak boleh mengira-ngira. Supervisor melakukan penilaian dengan data. Dengan instrumen berdasarkan SOP yang ditentukan untuk menilai ketercapaian yang disupervisi. “Setiap guru telah komitmen dengan kontrak kinerja yang disepakati. Mereka bekerja sesuai dengan SOP yang sudah ditentukan oleh lembaga. Supervisor terus memantau progres ketercapaian kinerja mereka,” imbuhnya. Sejauh ini Nunik menilai kualitas kinerja guru SD Islam Sabilillah Malang 2 secara umum sudah baik. Bahkan ada beberapa yang sudah unggul. Namun tetap perlu dilakukan penguatan mengingat SD Islam Sabilillah Malang 2 masih dua tahun. Masih memiliki dua angkatan. “Siswa di sekolah kami masih kelas 1 dan 2. Dari pengembangan bahasa Inggris mereka masih sangat perlu dibantu. Karena Sekolah Sabilillah menerapkan sistem pembelajaran Cambridge untuk beberapa mata pelajaran,” pungkasnya. (imm/sir/lim)