SD Islam Sabilillah Malang 2 Maknai Kartini Lewat Kelas Inspirasi
Hari Kartini di SD Islam Sabilillah Malang 2 tak lagi sekadar soal sanggul dan kebaya. Selasa (21/4) kemarin, suasana sekolah terasa lebih berenergi. Ruang kelas disulap menjadi panggung narasi melalui program “Kelas Inspirasi”. Pahlawannya bukan tokoh di buku sejarah, melainkan para ibu wali murid yang hadir membawa kisah perjuangan nyata.Selasa pagi itu, atmosfer sekolah berubah. Tema besar “Kartini Menginspirasi, Anak Bangsa Berprestasi” benar-benar dihidupkan. Delapan wali murid perempuan dengan berbagai latar belakang profesi hadir. Ada akademisi, notaris, hingga pengusaha sukses. Mereka berdiri di depan siswa, memotret sosok Kartini masa kini yang mandiri dan berpendidikan.Wakil Kepala SD Islam Sabilillah Malang 2, Yuyun Dwi Suryandari, S.Pd, menegaskan bahwa perubahan konsep ini bertujuan memberikan dampak psikologis yang kuat bagi siswa. Beliau ingin siswa melihat bukti, bukan sekadar teori.”Kami ingin anak-anak sadar bahwa semangat Kartini ada di dalam rumah mereka sendiri. Para ibu ini adalah bukti nyata. Mereka berpendidikan tinggi, berkarier cemerlang, namun tetap hebat menjalankan peran sebagai ibu,” ujar Yuyun.Pernyataan ini diperkuat oleh Ketua Pelaksana, Nina Lailatul Muslimah, S.Pd. Menurutnya, menghadirkan orang tua sebagai pengajar sehari memberikan kedekatan emosional yang berbeda.”Sosok Kartini bukan sekadar teks di buku. Ibu mereka adalah Kartini luar biasa. Melihat perjuangan orang tua secara langsung akan memacu anak-anak untuk lebih giat belajar,” tegas Nina.Di satu kelas, Notaris Leslie Arnia Diajeng berbagi tentang ketegasan hukum. Di kelas lain, akademisi seperti Putri Ayu Berlianingtyas dan Dr. Nur Ida Panca membedah pentingnya riset dan ilmu pengetahuan. Tak ketinggalan, pebisnis seperti Noor Lisa Amalia dan Firdausil Jannah membakar semangat kewirausahaan siswa.Mereka tidak hanya bicara soal pekerjaan. Para ibu ini menekankan nilai keberanian, kemandirian, dan etika dalam bingkai syariat Islam. Dialog mengalir dua arah. Siswa bertanya dengan antusias, penasaran dengan cara para ibu membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga.Melalui kegiatan ini, SD Islam Sabilillah Malang 2 ingin menanamkan benih inspirasi sejak dini. Kemandirian dan kesetaraan dipahami sebagai tanggung jawab untuk berkarya bagi bangsa.Meski berfokus pada inspirasi profesi, akar budaya tetap dijaga. Kemeriahan ini akan mencapai puncaknya pada Sabtu mendatang. Seluruh warga sekolah direncanakan mengenakan busana tradisional kebaya. Nuansa budaya akan berpadu dengan semangat intelektual yang sudah lebih dulu berkobar di Kelas Inspirasi. (imm/udi)