Jl. Terusan Piranha Atas No.135 Malang [email protected]
Follow us:
Sekolah Islam Sabilillah Malang - SISMA

Terapkan Pembelajaran Kontekstual, SD Islam Sabilillah Malang 2 Optimalkan Pembelajaran Melalui Outing Class

29 September 2026

Belajar tidak melulu soal menatap layar laptop atau berkutat dengan tumpukan buku di dalam kelas. SD Islam Sabilillah Malang 2 membuktikannya lewat program Outing Class. Para siswa diajak melangkah keluar ruangan untuk menyerap ilmu secara langsung dari alam dan lingkungan sekitar. ​Koordinator Outing Class SDIS 2, Firahil Syaifinnabilah, S.Pd, menegaskan pentingnya metode pembelajaran berbasis lapangan ini. Menurutnya, anak-anak membutuhkan ruang gerak yang nyata agar teori yang dipelajari tidak menguap begitu saja. ​”Di kelas siswa sering kali belajar terbatas dari layar dan kertas, tapi di outing class siswa belajar secara langsung. Mereka mendapat pengalaman yang benar-benar kontekstual,” ujar Fira, Senin (28/09/2026).​Program ini dirancang bukan sekadar sebagai agenda jalan-jalan pengisi waktu luang. Ada sasaran besar yang ingin dicapai sekolah. Selain menjadi sarana penyegaran pikiran, kegiatan ini bertujuan melatih kemandirian, rasa tanggung jawab, serta menumbuhkan jiwa sosial dan kekompakan antarsiswa. Pemilihan lokasi Outing Class selalu melewati pertimbangan ketat. Setiap tempat yang dikunjungi harus selaras dengan Tujuan Pembelajaran mata pelajaran di kelas. Sebagai contoh, saat mempelajari materi bagian-bagian tumbuhan dalam mata pelajaran IPA, sekolah memboyong para siswa ke Politeknik Pembangunan Pertanian. Di sana, siswa tidak hanya membaca teori, tetapi juga mengamati dan menyentuh langsung objek belajar mereka. Peran guru sangat sentral dalam menjaga nilai edukatif kegiatan. Sebelum berangkat, tim pengajar sudah merancang lembar pengamatan dan tugas sederhana. Di lapangan, guru aktif memberikan pertanyaan pemicu agar daya kritis siswa terasah. ​”Siswa tidak hanya melihat, tetapi juga berpikir dan menghubungkan apa yang mereka temukan dengan materi di kelas. Setelah kegiatan, pengalaman tersebut direfleksikan kembali,” jelas Fira.​Dampak positif dari pola belajar ini terlihat jelas pada perkembangan anak. Pemahaman siswa terhadap konsep pelajaran menjadi lebih mendalam karena berangkat dari pengalaman konkret. Di luar aspek akademik, keterampilan sosial anak berkembang pesat. Mereka belajar berkomunikasi, bekerja sama, memecahkan masalah, serta beradaptasi dengan lingkungan baru. Menyelenggarakan pembelajaran di luar sekolah tentu menyimpan tantangan tersendiri. Bu Fira mengaku timnya harus bekerja ekstra keras dalam menyiapkan setiap detail perjalanan. Mulai dari pemetaan lokasi yang tepat, pengelolaan waktu yang presisi, penyesuaian kebutuhan anak, hingga kepastian faktor keamanan. ​”Banyak tantangan yang kami hadapi, mulai dari menentukan lokasi yang sesuai, mengelola waktu, memastikan keamanan, hingga koordinasi antar guru. Karena itu kegiatan ini butuh persiapan matang,” ungkapnya. ​Meski membutuhkan energi besar, SDIS 2 terus berkomitmen mengembangkan konsep Outing Class agar semakin inovatif. Ke depan, model pembelajaran lapangan ini akan diarahkan pada kegiatan berbasis proyek yang lebih interaktif. Siswa tidak sekadar datang melihat-lihat, tetapi diberi tantangan untuk mengamati, berdiskusi, dan mempresentasikan hasil temuan mereka. ​Target akhir sekolah sangat tegas dan jelas. Program ini diharapkan tidak berhenti sebagai rutinitas tahunan belaka, melainkan menjadi fondasi pembelajaran bermakna yang membentuk karakter dan kecerdasan siswa secara utuh.
Translate