Jl. Terusan Piranha Atas No.135 Malang [email protected]
Follow us:
Sekolah Islam Sabilillah Malang - SISMA

Tiga Siswa SMP Islam Sabilillah Malang Jadi Peserta BTI, Perkuat Daya Riset Keilmuan Bidang STEM

19 November 2025

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Tiga siswa SMP Islam Sabilillah Malang mendapat kesempatan yang begitu berharga. Pekan lalu mereka mendapat penguatan kompetensi dan karakter building. Selama sepekan mendapat pembinaan Program Pengembangan Keberlanjutan Bina Talenta Indonesia (BTI) di Institut Teknologi DEL Sitoluama Sumatera Utara.Bina Talenta Indonesia adalah program pembinaan talenta yang diselenggarakan oleh kementerian. Program ini untuk mengembangkan talenta siswa di bidang Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM), Kecerdasan Artifisial, dan penguatan karakter.Tiga siswa SMP Islam Sabilillah Malang lolos program ini. Mereka adalah Haura Paramesti Renata kelas 7, Bening Ayudya Anindita kelas 7 dan Rizeeta Ailena Ahmadi kelas 8. Ketiganya memiliki perasaan yang sama. Mendapatkan kesempatan tersebut merupakan sebuah kebanggaan. Tidak semua siswa mendapatkan kesempatan emas itu. “Alhamdulillah kami bersyukur. Dari kegiatan itu kami mendapatkan banyak ilmu, pengalaman dan kesan yang menyenangkan,” ujar Rizeeta saat ditemui di sekolahnya, Selasa (18/11).Ketiganya merupakan lulusan SD Islam Sabilillah Malang. Sebelumnya, mereka mengikuti seleksi lebih dulu. Dari 7.000 lebih siswa SMP se Indonesia, hanya 700 yang yang dinyatakan lolos. Termasuk Rizeeta, Bening dan Haura. Mereka lolos dengan pencapaian peserta terbaik bidang STEM.Seleksi tes pertama dilakukan secara daring. Uji pengetahuan bidang STEM. Lalu mengikuti post test. Hasilnya ada 700 siswa lolos untuk mengikuti pembinaan secara luring di Sumatera Utara. “Materi tesnya cukup komplek. Antara lain tentang fotosintesis, ekosistem satwa liar, perubahan wujud benda, aritmatika sosial dan sebagainya,” kata Rizeeta.Selama kegiatan BTI para peserta mendapatkan penguatan STEM dan karakter. Mereka dibagi menjadi kelompok-kelompok. Tiap kelompok ada enam siswa yang berasal dari sekolah dan provinsi yang berbeda. Salah satu kegiatan mereka membuat inovasi berupa ide, gagasan atau konsep. Hasilnya dipresentasikan dan mendapatkan penguatan dari mentor.Pada sesi ini, kelompok Rizeeta mengajukan konsep dan ide inovasi berupa obat untuk mencegah dan mengobati penyakit tanaman holtikultura. Dan kelompok Bening, idenya berkaitan dengan pemilahan sampah organik dan anorganik di Danau Toba dengan menerima kecerdasan Artificial berbasis kamera.Sedangkan kelompok Haura idenya berkaitan dengan Teknik Elektro. Membahas pengembangan sistem kelistrikan sederhana. Yang menyambungkan perangkat LED dan Power Supply. Sehingga dia tahu sistem kerja dari tegangan listrik, arus, hambatan dan sebagiannya.Bening menjelaskan, selain pengembangan STEM dia dan teman-temannya juga mendapat penguatan karakter. Selama kegiatan ada empat modul. Pertama dimensi keimanan, ketakwaan dan kekeluargaan. Kedua, dimensi berpikir kritis. Ketiga dimensi Kesehatan dan Kemandirian. Dan keempat, Dimensi Kolaborasi dan Komunikasi.‘’Kami senang mendapatkan banyak belajar dari kegiatan ini. Seperti belajar cepat beradaptasi. Bisa berkolaborasi dengan teman-teman yang baru kita kenal. Sharing bersama. Awalnya susah, tapi akhirnya bisa sinergi,” ucap Bening.Untuk lolos BTI memang tidak mudah. Hanya siswa dari sekolah yang memiliki budaya riset yang mampu lolos kegiatan ini. Dan di Sekolah Sabilillah, pembelajaran berbasis riset sudah terbentuk sejak lama. Yang dikenal dengan program Project Based Learning.Setiap semester siswa menghasilkan karya inovasi yang dipertanggungjawabkan di depan guru dan orang tua. “Di BTI kami mendapat penguatan materi yang sudah kami dapat di sekolah. Terima kasih SMP Islam Sabilillah yang mendukung kami hingga mendapatkan kesempatan emas ini,” ucap Haura.(imm/sir/lim)
Translate